welcome to my Blog

Selasa, 10 Juni 2014

Makalah Kajian Filsafat dan Ontologi Pkn


A.Kajian Filsafat
Filsafat adalah sebagai pengetahuan sistematis, metodis, dan koheren menangani seluruh kenyataan dari segi yang paling mendalam untuk mencari prinsip-prinsip paling dalam dari realitas.  Hal itu lebih lengkap sesuai dengan ciri-ciri kefilsafatan yang diungkapkan oleh Kaelan (2008:71-7; Sudirman, 2006:16), yaitu  bersifat kritis, terdalam, konseptual, koheren, rasional, menyeluruh, universal, spekulatif, sistematis, dan bebas.  

     
Ada satu pertanyaan yang harus di jawab,yaitu apakah Pkn itu merupakan suatu disiplin ilmu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu di lakukan pembuktian melalui kajian filsafat ilmu. Menurut Hadari Nawawi (1985:10-11),menyatakan bahwa suatu pengetahuan dikatakan sebagai ilmu apabila memenuhi syarat: (a).mempunyai obyek; (b).mempunyai metode; (c).harus sistematik; (d).bersifat universal.
Pembuktian mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui kajian filsafat ilmu tersebut meliputi aspek sebagai berikut: (a).untuk mengetahui apakah suatu pengetahuan memilki obyek, (b).untuk mengetahui apakah suatu pengetahuan memilki metodologi,kajian yang di gunakan adalah telaah Filsafat Epistemologi, (c).untuk mengetahui apakah suatu pengetahuan memiliki tujuan,kajian yang di gunakan adalah telaah filsafat Axiologi. 



B.Kajian Ontologi PKn
Ontologi adalah bidang kajian filsafat yang mempelajari hakekat ada (memplajari tentang keberadaan sesuatu atau mengapa sesuatu itu ada).Kajian filsafat Ontologi bertujuan menelaah hakikat suatu ilmu.dan melihat suatu pengetahuan dari obyeknya,wujud hakiki dari proyek tersebut dan hubungan antara obyek dengan daya tangkap manusia.melalui aktivitas indranya seperti berfikir, merasa, dan mengindera, sehingga membuahkan pengetahuan.
Sejalan dengan hal tersebut di atas kajian filsafat ontology Pendidikan kewarganegaraan meliputi dua dimensi yaitu: obyek telaah dan Obyek pengembangan.
1.      Obyek Telaan PKn
Obyek telaah adalah keseluruhan aspek idiil, instrumental, dan praktis PKn yang secara internal dan eksternal mendukung sistem kurikulum dan pembelajaran PKn di sekolah dan di luar sekolah, serta format gerakan sosial-kultural kewarganegaraan masyarakat.
Obyek telaah PKn meliputi tiga aspek yaitu a).aspek idiil PKn, b).aspek Instrumental PKn, c).aspek praksis PKn.Yang dimaksud dengan aspek idiil dalam objek telaah PKn adalah landasan dan kerangka filosofis yang menjadi titik tolak dan sekaligus sebagai muaranya pendidikan kewarganegaraan diIndonesia. Yang termasuk dalam aspek idiil PKn adalah landasan dan tujuan pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945, UU No. 20 Thn 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Aspek instrumental dalam objek telaah PKn adalah sarana programatik pendidikan yang sengaja dibangun dan dikembangkan untuk menjabarkan substansi aspek-aspek idiil. Yang termasuk ke dalam aspek ini adalah; kurikulum, bahan belajar, guru, media dan sumber belajar, alat penilaian belajar, ruang belajar dan lingkungan. Sedangkan yang dimaksud dengan aspek praksis dalam objek telaah PKn adalah perwujudan nyata dari sarana programatik kependidikan yang kasat mata, yang pada hakekatnya merupakan penerapan konsep, prinsip, prosedur, nilai, dalam pendidikan kewarganegaraan yang berinteraksi dengan keyakinan, semangat, dan kemampuan para praktisi, serta konteks pendidikan kewarganegaraan.Termasuk juga dalam aspek praksis ini adalah interaksi belajar di kelas dan atau di luar kelas, dan pergaulan sosial-budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang memberi dampak edukatif kewarganegaraan. Pengembangan ketiga aspek tersebut dalam pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan menghasilkan peserta didik yang memiliki budi pekerti dan selalu berpikir kritis dalam menanggapi isu kewarganegaraan serta selalu berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab serta bertindak secara cerdas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga akan menciptakan karakter masyarakat Indonesia yang baik dan aktif dalam kehidupan antar bangsa dan Negara.
2.      Obyek Pengembangan PKn
Obyek pengembangan PKn adalah ranah social psikologis,yaitu keseluruhan potensi social psikologis yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang secara progmatik di upayakan untuk ditingkatkan secara kuantitas dan kualitas melalui kegiatan pendidikan.Berbagai ranah tersebut selanjutnya di rumuskan melalui berbagai kompetensi, yaitu kompetensi kognitif,afektif dan psikomotor.
Selanjutnya di samping ketiga ranah tersebut.ada ranah lain yang perlu di perhatikan yaitu menurut visi Pendidikan Nasional pada tahun 2025 diharapkan dapat menghasilkan manusia Indonesia yang cerdas komprehensip dan kompetitif yang memiliki:
a.       Kecerdasan spiritual seperti mampu beraktualisasi diri melalui olah hati untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan,ketakwaan, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian unggul.
b.      Kecerdasan emosional, yakni mampu beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya serta kompetensi untuk mengekspresikannya.
c.       Kecerdasan social, yakni mampu beraktualisasi diri melalui interaksi social yang membina dan memupuk hubungan timbal balik, demokratis,empatik dan simpatik, menjunjung tinggi hak asasi manusia, ceria dan percaya diri, menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga Negara.
d.      Kecerdasan Intelektual,yakni mampu beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, aktualisasi insane intelektual yang kritis, kreatif dan imajinatif.
e.       Kecerdasan kinestetik, yakni mampu beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insane yang sehat, bugar, berdaya tahan, sigap, terampil.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar